Reigious Moderation in Caring for Indonesian Plurality (Analysis of Mental Revolution from The Qur’an Perspective)

Authors

  • Panji Ansari Education of Ulama Cadres at PTIQ University Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.63222/pijar.v1i1.1

Keywords:

Indonesia, Mental Revolution, Plurality, Religious Moderation

Abstract

Indonesia is known as a diverse country with a variety of religions, ethnicities, cultures, customs, and languages. However, behind this gift, there are differences in views in responding to issues, especially regarding religious issues. Differences in views will later give rise to acts of intolerance, hatred, extremism, and radicalism, and ultimately lead to divisions between religious communities. Therefore, as an effort to maintain harmony between religious communities, religious moderation, and mental revolution are present as effective steps that will give birth to solutions for maintaining the diversity that exists in Indonesia. This research aims to find verses from the Qur'an about mental revolution and religious pluralism as well as solutions to religious moderation in mental revolution to address the phenomenon of religious pluralism. By using qualitative research methods and literature, findings were produced as solutions for maintaining diversity in Indonesia, namely (1) Aligning Pancasila with Qur'anic values; (2) Diversity must be managed well; (3) Religious Leaders must Set a Good Example (Socio-Institutional Approach); (4) Prioritizing a sense of protecting the nation and state; (5) Taking a Cultural Approach (Dialogue)

References

S. A. Putri, “Multikultural Bangsa Indonesia.” Diakses: 11 November 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.kompasiana.com/salsabilaadilah/6195fa19b189512010716e62/multikultural-bangsa-indonesia

S. Ardhi, “Masyarakat Multikultural Jadi Tantangan Tersendiri bagi Indonesia - Universitas Gadjah Mada.” Diakses: 11 November 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://ugm.ac.id/id/berita/22023-masyarakat-multikultural-jadi-tantangan-tersendiri-bagi-indonesia/

M. F. Faiz, “Moderasi Beragama: Pilar Kebangsaan dan Keberagaman.” Diakses: 11 November 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://kemenag.go.id/kolom/moderasi-beragama-pilar-kebangsaan-dan-keberagaman-MVUb9

Minftahuddin, “ISLAM MODERAT KONTEKS INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HISTORIS,” moz, vol. 5, no. 1, Mei 2015, doi: 10.21831/moz.v5i1.4338.

M. Ulinnuha dan Nafisah, “Moderasi Beragama Perspektif Hasbi Ash-Shiddieqy, Hamka, dan M. Quraish Shihab,” Suhuf, vol. 13, no. 1, 2020.

A. Akhmadi, “Moderasi Beragama dalam Keragaman Indonesia,” Jurnal Diklat Keagamaan, vol. 13, no. 2, 2019.

P. Ansari dan M. T. Abdillah, “SOLUSI AL-QUR’AN DALAM MENGATASI BAHAYA HOAKS PADA ERA DIGITAL (PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISBAH),” UIN ANTASARI BANJARMASIN, vol. 4, no. 2, hlm. 79, Des 2022, doi: 10.18592/msr.v4i2.7802.

Kementerian Agama RI, Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2019.

“Oxford Learner’s Dictionaries.” 1998. [Daring]. Tersedia pada: http://oxfordlearnersdictionaries.com

“Kamus Besar Bahasa Indonesia.” [Daring]. Tersedia pada: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/moderasi

A. J. Wahab, Islam Radikal dan Moderat: Diskursus dan Kontestasi Varian Islam Indonesia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2019.

A. Muhajir, Membangun Nalar Islam Moderat: Kajian Metodologis. Situbondo: Tanwirul Afkar, 2018.

A.- Asfahaniy, Al-Alamah al-Raghib, Mufradat al-Fadzul Qur’an. Beirut: Dar Al-Qalam, 2009.

Abd. R. M. Amin, “Prinsip dan Fenomena Moderasi Islam dalam Tradisi Hukum Islam,” Jurnal Al-Qalam, vol. 20, no. 03, 2014.

A. Yusuf, “MODERASI ISLAM DALAM DIMENSI TRILOGI ISLAM (AKIDAH, SYARIAH, DAN TASAWUF),” Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, vol. 3, no. 2, 2018.

M. Q. Shihab, Wastahiyyah, Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama. Tanggerang Selatan: Lentera Hati, 2020.

F. Ismail, Islam, Doktrin, dan Isu-isu kontemporer. Yogyakarta: IRCiSoD, 2016.

Indonesia.go.id, “Keragaman Indonesia.” Diakses: 11 November 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.indonesia.go.id/ragam/budaya/kebudayaan/keragaman-indonesia

Tim Penulis Alumni Timur Tengah, Konstruksi Islam Moderat: Menguak Prinsip Rasionalitas, Humanitas, dan Universalitas Islam. Makassar: ICATT Press, 2012.

O. Fathurahman, “Kenapa Harus Moderasi Beragama?” Diakses: 11 November 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.kemenag.go.id/opini/kenapa-harus-moderasi-beragama-an4gk2

A. Welianto, “Revolusi Mental: Sejarah, Penerapan, dan Capaian.” Diakses: 11 November 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/08/120000169/revolusi-mental-sejarah-penerapan-dan-capaian

Saifudin, “Revolusi Mental dalam Perspektif Al-Qur‘an: Studi Penafsiran M. Quraish Shihab,” Maghza, vol. 1, no. 2, 2016.

Maragustam, “Paradigma Revolusi Mental dalam Pembentukan Karakter Bangsa Berbasis Sinergitas Islam dan Filsafat Pendidikan,” Jurnal Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, vol. XII, 2015.

Y. A.- Qardhawi, Islam Jalan Tengah: Menjauhi Sikap Berlebihan dalam Beragama. Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2017.

M. I. M. Hamdi, Dari Pluralisme Menuju Keharmonisan Antaragama. Banjarmasin: LK3, 2018.

N. Umar, Deradikalisasi Pemahaman al-Qur’an dan Hadis. Jakarta: PT. Elex Media Kompotindo, 2014.

Tim Penyempurnaan Terjemahan Al-Qur’an, Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019, Juz 11-20. Jakarta Timur: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019.

M. Q. Shihab, Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW. Tanggerang: Lentera Hati, 2011.

Asy-Syanqithi, Tafsir Adhwa‘ul Bayan, Terj. Bari, dkk. Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.

Ash-Shabuni, Safwatut Tafasir, Terj. Yanin. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2011.

Tim Penyempurnaan Terjemahan Al-Qur’an, Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019, Juz 1-10. Jakarta Timur: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019.

Al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi. Beirut: Dar al-Fikr, 2006.

Kementerian Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya (Edisi yang Disempurnakan). Jakarta: Kementerian Agama RI, 2012.

M. Q. Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2011.

Hamka, Tafsir Al-Azhar, Jilid 6. Jakarta: Gema Insani, 2015.

Tim Penyempurnaan Terjemahan Al-Qur’an, Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019, Juz 21-30. Jakarta Timur: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019.

KOMINFO, “Kementerian Komunikasi dan Informatika.” Diakses: 11 November 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.kominfo.go.id/content/detail/30569/bangun-dan-rawat-kerukunan-umat-beragama-di-tengah-kemajemukan-bangsa/0/berita

A. Rauf, “Ummatan Wasathan menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah dan Relevansinya dengan Nilai-Nilai Pancasila,” Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, vol. 20, no. 2, 2019.

LLDIKTI WILAYAH V Yogyakarta, “Menjadikan Kemajemukan Sebagai Tantangan, Bukan Ancaman.” Diakses: 11 November 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/menjadikan-kemajemukan-sebagai-tantangan-bukan-ancaman

A. M. E. Sewang, Kumpulan Pidato Pengukuhan Guru Besar tetap Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar: Toleransi antar dan interumat Beragama Perspektif Al-Qur ’an, Sejarah Pemikiran dan Politik Islam. Gowa: Alauddin University Press, 2014.

UINSI Samarinda, “Kampus Moderasi Beragama UINSI Samarinda, Dr. Muadin Kisahkan Perilaku Moderat Nabi Muhammad Saw,” UINSI Samarinda. Diakses: 11 November 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.uinsi.ac.id/2022/01/17/kapus-moderasi-beragama-uinsi-samarinda-dr-muadin-kisahkan-perilaku-moderat-nabi-muhammad-saw/

Kemenag, “Nabi Muhammad, Teladan dan Motivator Moderasi Beragama,” https://kemenag.go.id. Diakses: 11 November 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://kemenag.go.id/opini/nabi-muhammad-teladan-dan-motivator-moderasi-beragama-l63jcx

F. Ghufron, Ekspresi Keberagamaan di Era Milenium. Yogyakarta: IRCiSoD, 2016.

Downloads

Published

19-02-2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

Ansari, P. (2025). Reigious Moderation in Caring for Indonesian Plurality (Analysis of Mental Revolution from The Qur’an Perspective). Publication of the International Journal and Academic Research, 1(1), 55-63. https://doi.org/10.63222/pijar.v1i1.1